sketch of mind

Sketch Of Mind



ABOUT A DECISION 2B A MODERN MAMMAL

hidup-keseharian-dan kehidupan laik terlihat seperti labirin panjang yang tiap lekukannya tak akan pernah habis untuk diobservasi,

hari ini, sekerat hati memfosil telah luluh lantak, pecah berderai, leleh dan menyublim…

hanya karena beberapa faktor yang sangat minor di ranah materil, faktor pertama, sebuah novel (pinjaman, di baca dengan niatan setengah hati, lama dibiarkan me’rana’), sebuah talk show (salah satu program bincang2 yg tak pasti jadwalnya, not a prime time one, un-intellectual), sesosok guru SD (tipe guru yang tak pernah mendapat status PNS pasti, simpel, dengan pengetahuan ilmiah tak lebih luas dari daun kelor).

saat ini, sekerat hati itu sedang dengki, iri kepada berton-ton inspirasi yang telah dicurahkan oleh novel tersebut.

saat ini hati itu sedang membentuk dendam, dendam kepada talk show un-intellectual one yang mampu merogoh kantung persediaan air matanya.

saat ini hati itu sedang meratapi nasibnya, pilihannya untuk menjadi makhluk modern, sehingga tak mampu mencerna simplisitas sang ibu guru, tak mampu menatah kesahajaan plot cerita sang penulis novel, tak mampu memakna simbologi derita keseharian, dan menggubahnya menjadi bait-bait puisi asa…


 


 


 

SCARED 2B OVERWHELMED, AM I???

PARADOX,

ENIGMA,

IMPLICIT,

ABSTRACT,

MEANING,…

I DON’T LIKE THOSE STUFFS!!!


 


 


 

One Sunday Morning…

terbangun dalam sebuah kotak persegi berukuran 3×3,

temukan diri hanya duduk berhadapan dengan sang asa,

PC, media tualang dalam menjelajah dunia

Setumpuk cucian bau, penyimpan kilometer perjalananku dalam aroma peluh

Baris pustaka, koleksi keping kekayaan yang kujaga laksana dewa

Bantal-guling & selembar kasur sederhana, tempatku membangun struktur futuristik dalam bekapan mimpi

semua seakan berlomba melemparkan sihir pagi harinya,

 


A BEAUTIFUL MIND

orang cerdas memahami konsekuensi setiap jawaban & menemukan bahwa di balik sebuah jawaban tersembunyi beberapa pertanyaan baru. pertanyaan baru tersebut memiliki pasangan sejumlah jawaban yang kembali akan membawa pertanyaan baru dalam deretan eksponensial. sehingga mereka yang benar-benar cerdas kebanyakan rendah hati, sebab mereka gamang pada akibat dari sebuah jawaban. konsekuensi-konsekuensi itu mereka temui dalam jalur-jalur seperti labirin, jalur yang jauh menjalar-jalar, jalur yang tak dikenal di lokus-lokus antah berantah, tiada berujung. mereka mengarungi jalur pemikiran ini, tersesat jauh di dalamnya, sendirian..


 


 

A BEAUTIFUL MIND; part II

godaan-godaan besar bersemayam di dalam kepala orang-orang cerdas. di dalamnya gaduh karena penuh dengan skeptisisme. orang cerdas berdiri di dalam gelap, sehingga mereka melihat sesuatu yang tak bisa dilihat orang lain. mereka yang tak dipahami oleh lingkungannya, terperangkap dalam kegelapan itu. semakin cerdas, semakin terkucil, semakin aneh mereka. kita menyebut mereka, ‘orang-orang yang sulit’. orang2 sulit ini tak berteman, & mereka berteriak putus asa memohon pengertian. di tambah sedikit saja dengan sikap introvert, maka orang2 cerdas semacam ini tak jarang berakhir di sebuah kamar dengan perabot berwarna teduh dan musik klasik yang terdengar lamat2, itulah ruang terapi kejiwaan.


 


 


 

Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan

Yang kedua dilahirkan tapi mati muda, &

Yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu.

Bahagialah mereka yang mati muda. (The Birth Of Tragedy, Nietzsche)

Kita, generasi kita ditugaskan untuk memberantas generasi tua yang mengacau. Generasi kita yang menjadi hakim atas mereka yang dituduh koruptor-koruptor tua, kitalah yang dijadikan generasi yang akan memakmurkan Indonesia. (Gie)

Merekalah manusia-manusia berjiwa abadi, sukma yang tak lelap tertidur, yang dari kejauhan matanya menatap daerah perawan yang belum terjamah tangan. (Jose Ortega Y Gasset)


 


 

Kutukan Kekecewaan Gie..

Dengan beberapa kecuali, generasi kemerdekaan ini adalah generasi yang tidak siap untuk mengambil alih tanggung jawab kemasyarakatan. Pada akhirnya mereka akan berpaling lagi pada segelintir yang punya kemampuan dalam bidangnya & pola masyarakat yang separuh terdidik dengan ‘trials & errors’-nya masih akan berlangsung terus. Disinilah terletak kontradiksi generasi kemerdekaan. Antara cita-cita untuk mengisi kemerdekaan & rasa impoten dalam pelaksanaannya. Dan generasi inilah yang akan mewariskan Indonesia dalam waktu yang tidak lama lagi.


 


 

Tentang Wahib & Gie.

jangan kita keliru menanggapi kecemasan, kehitaman & kesuraman yang meliputi keduanya ini. Kekelaman sama sekali tidak menyebabkan keduanya berada dalam suatu inaction, mati gerak, tetapi justru kekelamanlah yang selalu memacu keduanya untuk senantiasa bersikap dinamis, mencari, meragukan segala-galanya, membongkar segala-galanya & menyusun baru kembali segala-galanya pula. Kesuraman yang membangkitkan dinamisme.


 


 

Syarat Kematian Buat Soeharto

kalau saja, dulu kau tak mengirim tentara & tak menyulap ujung Sumatera menjadi kuburan massal, pastinya pemuda Rigaih itu tengah tersedu tanpa syarat.

kalau saja, dulu kau terbangkan ribuan merpati ke Timor Timur, mungkin bocah-bocah Dili membacamu lewat buku pelajaran & bertanya pada ibunya yang berkutang, “di mana makam dia, bu?”

kalau saja, kau biarkan anak-anakmu menyendokkan nasinya sendiri & tak mengambil beras dari bakul yang kau bangun, kami ‘yang lapar kebenaran’ mungkin merangkai takziah dengan tulus.

kalau saja, kau memilih untuk mengundang makan para musuhmu daripada menyodorkan mereka pada bahaya & maut, kesempitan & ke’tidak merdeka’an, pemberangusan & pengkerdilan, pastinya mereka bakal sesenggukan melihatmu dibaringkan.

kalau saja, kau tak mati kemarin, mungkin aku akan datang ke tempatmu, menyarangkan sebilah bambu di lehermu, menikmati nafas-nafas terakhirmu, sambil mendekatkan bibirku di telingamu, dan berbisik..

“maaf, ceritamu harus usai”…

About iconoclasticme

sophisticated early 20s girl (?), with much shitty crisis that makes her so...different. and even though she might not get through it well i

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: