Evolusi Common Foreign and Security Policy (CFSP) Dalam 50 Tahun Integrasi Uni Eropa

Evolusi Common Foreign and Security Policy (CFSP) Dalam 50 Tahun Integrasi Uni Eropa

(Studi terhadap pembentukan CFSP melalui Teori Intergovernmentalisme-Liberal Andrew Moravcsik)[*]

Abstraksi

Uni Eropa baru saja merayakan peringatan 50 tahun Traktat Roma (25 Maret 1957) pada tanggal 25 Maret 2007. Dalam usianya yang telah mencapai setengah abad ini, Uni Eropa memang telah berhasil menunjukkan berbagai kemajuan yang sudah dicapainya, terutama dalam aspek pembangunan dan perekonomian. Bahkan, dalam peringatan ditanda-tanganinya Traktat Roma yang membentuk Masyarakat Ekonomi Eropa (sebagai cikal bakal Uni Eropa) tersebut, seluruh rakyat masing-masing negara yang tergabung dalam Uni Eropa, merayakan hari ulang tahun Uni Eropa dengan antusias. Pendeknya, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang dicapai Uni Eropa dapat dirasakan efeknya oleh masyarakat akar rumput sekalipun. Hal ini menjadi cerminan kuatnya integrasi ekonomi yang dilakukan Uni Eropa.

Superioritas Uni Eropa dalam bidang ekonomi memang tak dapat disangkal lagi. Namun, di balik kesuksesan tersebut bukan berarti tak ada lagi krisis yang terjadi dalam tubuh Uni Eropa. Berbagai konflik antar negara anggota, kerap mewarnai proses penguatan Uni Eropa, banyaknya hambatan ini juga tidak dapat dipungkiri oleh negara-negara anggota Uni Eropa. Dan hal tersebut sepertinya masih menjadi tantangan bagi negara-negara Uni Eropa dalam proses integrasi mereka yang telah mencapai usia emasnya.

Tulisan ini akan mencoba menganalisa hambatan-hambatan proses integrasi Uni Eropa terutama di bidang political security, yang terbingkai dalam pembentukan Common Foreign and Security Policy.

Pembahasan

Integrasi Eropa adalah peristiwa penting dalam kajian HI yang turut berkontribusi terhadap formulasi pola baru kerjasama antar negara bangsa di level regional. Konsep integrasi sendiri telah didefinisikan secara berbeda oleh para penstudi HI, seperti Karl Deutsch yang mendefinisikan integrasi sebagai, “turning previously separate entities into components of a coherent system” (perubahan beberapa entitas berbeda menjadi komponen suatu sistem yang koheren), atau Robert Keohane dan Joseph Nye yang menyebut integrasi sebagai, “any level of association between actors” (semua tingkat asosiasi yang terjadi di antara aktor-aktor).

Salah satu topik kajian yang menarik di antara berbagai topik permasalahan yang muncul dalam lingkup integrasi Uni Eropa adalah, pembentukan CFSP serta hambatan-hambatannya yang dikaitkan dengan aspek kedaulatan negara-negara anggota Uni Eropa. Mengapa CFSP?, dari beragam bentuk kerjasama di berbagai bidang antar negara anggota Uni Eropa, bentuk integrasi bidang political security di dalam kerangka CFSP adalah bentuk integrasi yang menyentuh aspek mendasar kedaulatan suatu negara, yaitu, konsep national conventional security.

Maka dari itu, pemilihan topik kajian pembentukan CFSP dan hambatan-hambatannya tersebut, di rasa tepat untuk menggambarkan kualitas pilar intergovernmental Uni Eropa saat ini.

Titik Analisa

Terdapat 3 rumusan masalah yang menjadi pokok bahasan dalam tulisan ini, yaitu :

  1. Mengapa proses pembentukan CFSP (tidak seperti halnya EMU) berjalan tersendat-sendat?
  2. Benarkah pembentukan CFSP mensyaratkan pendelegasian kedaulatan negara anggota Uni Eropa?
  3. Sejauh apa implementasi CFSP menyentuh ruang kedaulatan negara anggota Uni Eropa?

Kajian Teoritis

Intergovernmentalisme-Liberal adalah varian dari perspektif Inter-governmentalisme yang diajukan oleh Stanley Hoffman. Teori Inter-governmentalisme-Liberal sendiri dikembangkan oleh Andrew Moravcsik dalam karyanya yang berjudul “The Choice for Europe: Social Purpose and State Power”, teori ini mulai berkembang pada tahun 1998.

Dalam teorinya Moravcsik berasumsi bahwa tuntutan bagi integrasi muncul dari proses politik domestik, sementara hasil integrasi yang tertuang dalam berbagai bentuk kerjasama, persetujuan, dan kebijakan bersama, timbul dari proses negosiasi intergovernmental (antar pemerintah). Asumsi yang memperhitungkan unsur politik domestik inilah yang membedakan Intergovernmentalisme-Liberal Moravcsik dengan Inter-governmentalisme Stanley Hoffman.

Dari asumsi utama tersebut, Moravcsik mengajukan argumentasi detilnya mengenai proses integrasi Uni Eropa, yaitu :

à Masing-masing pemerintahan anggota Uni Eropa masih memegang peran utama dalam proses integrasi.

à Kerjasama dalam kerangka proses integrasi tersebut hanya mungkin terjadi bila terdapat konvergensi kepentingan negara-negara di dalamnya, sebaliknya, negara-negara anggota akan segera menghentikan atau mengubah haluan kerjasama jika di dalamnya tidak ditemukan suatu konvergensi kepentingan

à Integrasi Eropa sejak awal prosesnya merefleksikan 3 faktor, yakni, pola keuntungan komersial, posisi tawar-menawar (bargaining power) negara-negara besar yang relatif satu dengan lainnya, serta keinginan untuk memperkuat kredibilitas komitmen antar negara.[1]

à Kepentingan merupakan konsep kunci untuk menjelaskan mengapa proses integrasi terjadi (when such interests converged, integration advanced…).[2]

à Kepentingan nasional kemudian mendorong negara-negara berdaulat untuk mengkoordinasikan kebijakan mereka dan menyerahkan hak prerogatif kewenangan kepada mekanisme kebijakan bersama demi memaksimalkan kepentingan tersebut, dan untuk membentuk mekanisme paksaan terhadap pemerintah lain agar memenuhi komitmen yang telah dibuat bersama-sama.[3]

Dengan argumentasinya tersebut, Moravcsik berpandangan bahwa seluruh bentuk kerjasama antar negara anggota sebagai inti proses integrasi Uni Eropa, hanya mungkin dilaksanakan melalui konvergensi kepentingan negara-negara anggota tersebut, dan sebaliknya, kerjasama itu tidak mungkin terwujud jika kepentingan negara-negara masih bersifat divergen.

Di sisi lain, penyerahan kewenangan negara untuk membentuk kebijakan bersama juga dimungkinkan untuk terjadi sebagai hasil dorongan motivasi negara untuk mencapai maksimalisasi kepentingan, dan digunakan sebagai jalur paksaan terhadap pemerintah lainnya untuk memenuhi komitmen bersama.

Dengan kata lain, Moravcsik menyimpulkan bahwa hambatan pada kerjasama antar negara dalam kerangka integrasi Uni Eropa, muncul ketika terdapat divergensi kepentingan negara-negara yang membuat mereka enggan untuk mendelegasikan kewenangan untuk membentuk kebijakan bersama, sehingga mekanisme kerjasama juga sulit diwujudkan.

Terdapat tiga konsep utama yang digunakan dalam tulisan ini untuk menganalisa pembentukan CFSP, hambatan-hambatannya, serta kaitannya dengan kedaulatan negara-negara anggota Uni Eropa, melalui perspektif teori Intergovernmentalisme-Liberal Andrew Moravcsik dalam konteks isu political security. Konsep-konsep tersebut adalah:

  1. Konsep kepentingan nasional (national security), konsep ini digunakan untuk menganalisa eksistensi konvergensi kepentingan negara-negara anggota dalam perumusan CFSP, sehingga konsep ini akan memberikan kontribusi pemahaman tentang terhambatnya proses pembentukan CFSP.
  2. Konsep keamanan konvensional (hard security), konsep ini digunakan untuk menganalisa kualitas dan kuantitas joint potential gains yang ditawarkan oleh CFSP untuk negara-negara anggota Uni Eropa, sehingga pada gilirannya akan mempengaruhi keputusan negara-negara untuk menyerahkan kewenangan kepada mekanisme bersama CFSP.
  3. Konsep kedaulatan negara (state sovereignty), konsep ini digunakan untuk menganalisa dinamika situasional yang terjadi pada kedaulatan masing-masing negara anggota apabila CFSP benar-benar (atau bahkan tidak) terealisasi, sebesar apa kewenangan yang harus diserahkan negara untuk memenuhi syarat pembentukan CFSP, dan sejauh apa CFSP menginfiltrasi kewenangan negara-negara anggota Uni Eropa.


[1] “My central claim is that the broad lines of European integration since 1955 reflect 3 factors: patterns of commercial advantage, the relative bargaining power of important governments, and the incentives to enhance the credibility of interstate commitments”, Andrew Moravcsik (1998). The Choice for Europe: Social Purpose and State Power. Ithaca, NY: Cornell University Press.

[2] Moravcsik, op.cit., hal.241.

[3] “…choice to pool and delegate sovereignty to international institutions are best explained as efforts by governments to constrain and control one another. Government transfer sovereignty where potential joint gains are large…”, Moravcsik, op.cit., hal.242.


[*] By : Laily Fitry

Student of International Relations Department – University of Jember

Member of IR studies community ‘FinReP Studies’

About iconoclasticme

sophisticated early 20s girl (?), with much shitty crisis that makes her so...different. and even though she might not get through it well i

3 responses to “Evolusi Common Foreign and Security Policy (CFSP) Dalam 50 Tahun Integrasi Uni Eropa”

  1. dyananda says :

    can not leave any scientific comment doesn’t mean i don’t understand. do not spend 3000 only to watch your paper doesn’t mean i do not like your flat blog.
    it just… trying to be interdisciplinary person is quite hard, though, but still, doesn’t mean i do not try..
    as like u always try, jump over, from here to there, bear fears and hopes, cos we dont know who will catch us across..

  2. Yunita Susanti says :

    boleh sharing tentang militer eropa??aku juga lagi bahas EUMC (European Union militray committee)

    • iconoclasticme says :

      hi, thanks for the interest🙂
      tentu saja boleh, tapi saya perlu ingatkan kalau perkembangan militer eropa sudah bukan lagi menjadi bagian dari fokus riset saya. seperti yg bisa Yuni baca di blog, tulisan saya akhir-akhir ini lebih banyak berkaitan dengan semangat pluralisme dan paradigma-paradigma post-modernisme. Saya akan merespon sejauh yg saya ketahui, dan saya juga berharap untuk belajar banyak dari Yuni🙂 kalau ada FB bisa add saya di: realisbanget@yahoo.com (Laily Fitry)
      Best,
      LF

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: