surat kepada Tuhan

kepada Tuhan yang menciptakan saya…

sebelum saya mengungkapkan hal-hal yang ingin saya ungkapkan, perkenankan saya memperkenalkan diri saya terlebih dahulu (anggap saja ini langkah antisipatif, karena saya sadar, saya bukanlah tipe umat ‘istimewa’ yang memiliki tingkat ketaqwaan luar biasa pada-Mu). Saya lely, seorang manusia yang Engkau takdirkan lahir di sebuah kota kecil di wilayah jawa timur, yang Engkau takdirkan menjadi anggota sebuah keluarga kecil (yang tidak terlalu bahagia), yang Engkau takdirkan memiliki penyakit asma sejak umur 1 tahun, dan Engkau takdirkan menjadi semacam anomali diantara anggota keluarganya.

Tuhan, saya hanya ingin mengungkapkan betapa saya mencintai-Mu, dengan segenap jiwa-raga saya. Saya hanya ingin mengungkapkan betapa saya mengagumi setiap skenario hidup yang telah Engkau gariskan bagi saya. Saya hanya ingin mempertegas bahwa saya tidak menyesali sejengkal pun takdir yang telah Engkau tetapkan bagi saya. Saya mensyukuri diri, fisik, kehidupan, keluarga, teman, musuh, cobaan, kebahagiaan, cacian, pujian, kemampuan, kelemahan, dan segala sesuatu yang melekat dan harus bersentuhan dengan diri saya, sejak awal kehidupan saya sampai nanti batas waktu saya. Saya menerima semuanya Tuhan, lebih dari itu, saya mengagumi semuanya…semuanya, jika memang hal-hal tersebut telah menjadi catatan-Mu. Sesuatu yang berada diluar jangkauan ikhtiar saya.

Saya tetap dan selalu mencintai-Mu Tuhan, walaupun perasaan itu terkadang tidak dapat saya ungkapkan lewat ibadah dan ritual seperti yang Nabi Muhammad ajarkan. Saya tetap setia menjadi hamba-Mu, walaupun saya tidak memiliki ketahanan fisik yang cukup untuk berpuasa, atau ketahanan bathin untuk melakukan sholat tengah malam. Saya yakin diri-Mu adalah Dzat yang pluralis, yang mampu mencerna berbagai bentuk perasaan cinta hamba-Mu, termasuk perasaan saya. Karena, bukankah Engkau yang mengontrol setiap gerak hati, tutur kata, dan dinamika perasaan hamba-Mu? Bukankah Engkau yang berada di atas segalanya? Satu-satunya Dzat yang tak patut dipertanyakan?.

Saya menerima batas labirin akal saya Tuhan, yang tak mampu mengungkap kemisteriusan diri-Mu, tak sanggup membaca tanda-tanda abstrak-Mu, tak bisa selalu mencerna kearifan-Mu. Saya menerima batas itu Tuhan, walaupun saya harus tertatih membaca petunjuk-Mu, walaupun saya harus berdarah untuk menjadi ikhlas, walaupun saya harus terperosok setiap kali saya belajar merasakan kehadiran-Mu.

Saya hanya meminta satu hal Tuhan, saya meminta kesempatan untuk menjadi manusia yang menebar manfaat, bagi keluarga saya, kedua orang tua saya, masyarakat di sekeliling saya, negara saya, bahkan bagi manusia di seluruh dunia. Saya meminta, selipkanlah skenario ‘manusia penebar manfaat’ itu dalam catatan takdir saya, dalam garis kehidupan saya, dalam drama berjudul ‘saya’ yang Engkau menjadi sutradaranya. Saya hanya ingin menjadi manusia yang baik Tuhan, individu yang tidak hanya substansial di hadapan-Mu, namun juga signifikan bagi semua orang. Saya hanya ingin mengukir catatan baik diri saya dalam benak dan hati setiap orang, lebih-lebih dalam benak dan hati kedua orang tua saya.

Terlepas dari kesombongan diri saya Tuhan, saya yakin Engkau tahu apa yang saya maksudkan dengan ‘mengukir catatan baik’. Saya hanya tidak ingin menjadi manusia yang hidup secara ‘gratis’ di bumi-Mu, saya ingin ‘membayar’ kesempatan hidup yang telah Engkau anugerahkan kepada saya.

Semoga surat ini sampai pada-Mu, Tuhan.

About iconoclasticme

sophisticated early 20s girl (?), with much shitty crisis that makes her so...different. and even though she might not get through it well i

One response to “surat kepada Tuhan”

  1. semuatentanghidup says :

    mbak, sebagai sesama sindikat pengidap asma (sindama), q ngusulin untuk maem hatinya onta. Insya Allah manjur.

    Arnis

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: