METODOLOGI DEHUMANISASI DIRI

Berdasarkan pendapat salah satu teman, saya adalah orang yang paling ahli dalam men-dehumanisasi diri sendiri. Hal itu dibuktikan dengan raut muka saya yang sedatar ubin lantai, frekuensi ‘menangis’ saya yang berada pada tingkatan paling rendah, sensitivitas perasaan yang dapat dikatakan berada pada level ‘mengkhawatirkan’, serta apatisme saya pada hal-hal kecil yang terkesan ‘cengeng’ atau ‘menye-menye’. Maka dari itu, saya ingin berbagi tips-tips dehumanisasi diri, yang memang tidak saya bentuk secara sengaja dan sistematis, namun – tak perlu diragukan lagi – telah melalui mekanisme ‘trial & error’, sehingga terjamin efektifitasnya.

Terapkan larangan menangis pada diri anda

‘Menangis’ adalah salah satu ‘sindrom’ terbesar yang dapat meruntuhkan tembok keangkuhan anda dalam sekejap. Ketika anda menangis, berarti anda sedang melepaskan emosi, berekspresi (walaupun anda menangis dengan raut wajah yang datar), dan berekspresi merupakan salah satu hak manusiawi yang harus dikekang.

Turunkan intensitas tersenyum

Senyum akan membuat wajah kita lebih ramah dan menyenangkan. Hal itu secara langsung akan mengundang orang lain untuk berkomunikasi dan mengenal diri kita lebih dekat. Ketika interaksi antar-manusia telah berjalan dengan sangat intens, maka diri kita akan semakin rentan terhadap serangan nilai-nilai humaniter yang memperlemah pertahanan ‘menara gading apatisme’ yang kita bangun.

Alihkan energi-energi emosional untuk bekerja

‘Pekerjaan’ merupakan salah satu solusi utama dehumanisasi diri. Dengan bekerja kita akan mencetak diri kita menjadi mesin-mesin rasional dan logis. Ditambah dengan sedikit keterampilan administrasi diri, maka kita akan menerapkan jadwal tersendiri bagi tubuh dan pikiran kita, sehingga kita tidak hanya menjadi mesin-mesin rasional, tetapi lebih dari itu, kita akan menjadi mesin rasional yang terjadwal. Di samping itu, pekerjaan akan menarik kita ke dalam dunia kesendirian, kita akan tenggelam dengan pekerjaan, terisolir dari interaksi antar-manusia, dengan catatan, pekerjaan yang kita tekuni tidak bersinggungan dengan aspek sosial-kemasyarakatan. Pekerjaan ‘kantoran’ dengan berkas-berkas yang menumpuk dan kita duduk di belakang meja – serius mengerjakannya – adalah pekerjaan yang cocok untuk mentransformasi diri kita menjadi mesin rasional-terjadwal.

Hindarilah urusan cinta

Beragam bisnis percintaan akan membuat kita semakin manusiawi, entah cinta kepada sesama manusia, cinta kepada hewan peliharaan, dan cinta-cinta yang lainnya. Bahaya sindrom cinta ini sepadan dengan ancaman yang datang dari sindrom menangis dan sindrom interaksi antar-manusia. Bahkan, sindrom cinta ini terkadang bisa datang tanpa kita sadari. Mengutip perkataan seorang teman (orang yang sama dengan teman yang menyatakan bahwa saya ahli dalam men-dehumanisasi diri), cinta akan merubah diri anda tanpa anda sendiri menyadarinya.

Itulah empat tips yang selama ini saya terapkan untuk men-dehumanisasi diri dengan hasil yang tidak mengecewakan, saya tidak mendorong anda untuk melaksanakan tips tersebut, karena saya hanya memaparkannya untuk memperkokoh status ke-‘pakar’-an saya dalam hal dehumanisasi diri.

About iconoclasticme

sophisticated early 20s girl (?), with much shitty crisis that makes her so...different. and even though she might not get through it well i

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: